Aku ingin bersamamu

Aku ingin duduk disini bersamamu.
Duduk berdua dan menghabiskan banyak cerita denganmu.
Melewati masa tua bersama, dan merajut kisah indah nantinya.

Aku ingin duduk disini denganmu
Mengindahkan harimu, mengoreskan senyum dibibirmu
dan menenangkan hatimu.
Ya, disini ingin kuhabiskan seluruh hidupku untukmu.
Untukmu yang terkasih selamaku.

Aku ingin duduk selalu di sampingmu
Mendengarkan keluh kesahmu, mengaminkan semua doamu
Memanjakan adamu, dan mengabulkan permintaanmu
Aku ingin, setiap waktu, selamanya, bersamamu

Tapi maaf, jika aku belum bisa melakukannya
Jika aku mampu mengabulkanya
Dan aku tak sanggup menjalaninya

Bukan karena ku tak mau, tidak
Tapi . . . ntahlah, mungkin aku yang terlalu ambisi mengejar sesuatu, terlampau egois dengan cita-citaku, dan teramat acuh padamu.

Maaf, sungguh akan ku rubah semua, akan ku usahakan sebisaku, demi bersamamu. Aku berjanji, apapun yang kau mau, aku sanggupkan semampuku, untukmu.

Ibu, jika aku tak punya banyak waktu untukmu
Jika aku luput mendoakanmu,
memiliki banyak salah terhadapmu,
menggoreskan luka pedih dihatimu
Maka maafkanlah anakmu ini

Sungguh demi apapun, sayangku padamu selalu terpatri jauh dilubuk hati.
Ibu, taukah kau? aku rindu . . . aku ingin pulang dan memeluk tubuhmu, mencium tangan dan keningmu, mendengarkan tawa dan nasihatmu.

Selamat ulang tahun ibu,
Aku janji akan mengindahkan harimu, masa tuamu
Aku janji. aku mohon doakan.

Leave a Reply