Berhenti

Aku mohon berhenti.
Berhenti untuk menunggu ketidak pastianku,
Berhenti untuk mengharap keragu-raguanku,
Dan berhenti membuatku terus-menuerus merasa bersalah, atas keacuhan yang selalu aku balas kepadamu

Aku mohon, hentikan ini untukku.
Jangan kau sia-siakan harimu untuk orang yang belum tentu pantas kau perjuangkan.
Jangan kau kerahkan semua perhatianmu untuk orang yang belum tentu menaruh hati kepadamu

Aku keras, sedang engkau lemah lembut
Hal bertentangan yang sebenarnya aku harap bisa melengkapiku, bersanding denganku

Kau begitu mengertiku, sedang aku tak mau mengerti
Aku mohon, Aku bersikap acuh, bukan karena mauku
Tetapi . . . karena aku tak mau, ketidak pastian ini berujung menyakiti lebih jauh lagi, tidak.
Aku mohon, hentikan semua ini.

Seperti batu yang bisa rapuh karena tetesan air yang setia membasahi,hati keras inipun bisa luluh jika terus-terusan kau indahkan.
jika terus-terusan kau indahkan.

Percayalah
Akan ada hari dimana semua akan menjadi syahdu
Waktu terasa lebih lapang, dan dunia lebih berwarna
Meski bukan sekarang, Mungkin nanti
Jika tidak denganku, Mungkin denganya jauh lebih baik

Aku mohon, hentikan sekarang untuk maju kedepan
Ya. Untuk maju kedepan
Tidak bersamaku bukan berarti menjadi yang terburuk
Akan ada pengganti yang lebih baik, dan pantas bersanding bersamamu

Aku bukan termasuk yang kuat jika terus-terus di sanjung
bukan termasuk yang tegar jika terus-terus dimengerti
Dan bukan yang tidak menolak jika dimanjakan

Sebelum . . . . hati ini tertawan,
Sebelum cinta ini bersemi,
Hentikan keindahan yang bisa melunakan,
Hentikan lemah lembut yang bisa menghangatkan.

Bersabarlah,semua akan indah pada waktunya
Karena tak ada yang lebih baik selain dua orang yang bertemu karena saling menemukan, sama-sama berhenti karena selesai mencari
Dan tak akan pergi, sebab tau bagaimana sulitnya mencari
Bersabarlah, dan hentikan semua ini