Kakek Abdulrahman – Penjual Koran

Adalah aku, Intan Afiah. Orang yang kepalang girang bisa dipertemukan (kembali) dengan Kakek Abdulrahman. Penjual koran di pom bensin kota kasablanka yang mengidap tumor dan harus kahilangan batang hidungnya. Pribadi yang agamis. Penyantun janda-janda dilingkungan tempat tinggalnya dengan bantu memungut botol-botol plastik dan diberikannya (untuk dijual oleh para janda) dengan cuma-cuma.

Tapi emang bener sih, jika Tuhan menghendaki sebuah pertemuan, bagaimanapun caranya semua akan terjadi bukan?Aku sudah berikrar, untuk tidak pernah mengijakan kaki di stasiun tebet apalagi cawang pagi-pagi. Toh sampai juga kaki ini didepan pelataran pom bensin yang sesak itu.

Setelah membeli koran, sembari mencium tangannya, aku meminta doa agar dimudahkan segala urusan. Dan kakek Abdulrahman adalah orang yang selalu memiliki nasehat sama, sejak aku mengenalnya “Jangan lupa solat, quran dan senyum” .
Alhamdulilahhhh, bahagianya aku ketemu kakek. Sehat terus ya kek.

Oia buat yang suka baca koran pagi-pagi dan lewatin rute tebet, bisa ya? Mampir bentar beli dagangan kakek, gocengan aja kok! Sekalian minta doa, insyaallah berkah. Amin.

Next kapan-kapan aku ceritain tentang kakek Abdulrahman ya? sekarang aku mau pulang dulu, mumpung hujan reda.

Jakarta, 8 Desember 2017

Leave a Reply