VIGURAN

Ketika kau dianggap hanya sebagai viguran. Hai! jangan bersedih. Bukankah viguran juga tokoh utama dalam peran itu sendiri?

Bayangkan, jika film tanpa adanya viguran? Sang aktor tawaf mengitari ka’bah. Bukan mustahil ia berputar sendiri, tapi aneh saja yakan?padahal semua orang tau – makkah dan madinah adalah 2 kota yang tak pernah tidur.

Pun jika film action, akan sangat hampa jika monster berusaha menghancurkan kota, tapi hanya ada ia dan sang tokoh utama saja. Bisa kok! bisa settingan begitu?tanpa ada warga yang berlarian minta tolong. Bisa bisa. Tapi tak semustahil itu bukan?

Viguran kerap kali tak dianggap. Kerap kali disepelekan. Kerap kali diremehkan. Padahal tanpa mereka, tak semua romansa nampak nyata.

Pun dikehidupan nyata. Jika kita hanya dirasa sebagai viguran saja, bersyukurlah, karena kau tak perlu ambil pusing menampilkan akting terbaik.  Tak perlu khawatir suaramu tak terdengar. Tak perlu takut wajahmu tak terlihat.  Toh kamu hanya viguran. Tak usah dipusingkan dengan membaca ribuan naskah tanpa salah. Ya kan?

Hanya Allah yang tak pernah menganggap kita tiada. Hanya Allah yang tak pernah menyepelekan kita. Hanya Allah Sang Maha Pembuat Alur Cerita.

Lalu, kenapa kita risau dengan anggapan orang padahal ada Allah Sang Maha Pemberi Peran? Kenapa kau sedih merasa tak diterima padahal ada Allah yang siap mendengarkan keluh kesah meski kau berlimpah dosa?

Wahai Hamba? tidakkah kau sadar? Ada Allah, ADA ALLAH!! Pembuat Sekenario Terbaik. Ada Allah Sang Sutradara  Terhebat. Kenapa kau risau?  Kenapa kau merasa tak dianggap? Padahal sedikitnya lima kali dalam sehari kau ditunggu-Nya? setidaknya niat baik yang tak terlaksanapun Ia beri kau Pahala? Kenapa kau masih sedih? Kenapa?

Jika tujuanmu hanya untuk dinilai manusia? untuk apa peran Tuhan memberi Surga bagi orang-orang yang tabah? untuk orang-orang yang lillah?untuk orang yang diam-diam bangun tengah malam untuk mensyukuri nikmat-Nya? berterima kasih atas segala yang sudah diberi-Nya?

Istighfar intan!

Jakarta, 11 Januari 2018

Leave a Reply