Eon #KeluargaMaheswara

Tentang sesuatu yang bisa jadi disukai sebagian wanita. Tentang kata-kata yang membuat hati berantakan seketika. Tentang perjalanan yang melukiskan sebuah cerita.

Sore itu, setelah shalat ashar. Aku berganti pakaian dan bergegas beranjak untuk mencari makan. Ah ia! Ini kelanjutan cerita tolong bantu aku #KeluargaMaheswara yang bisa kalian baca disini.

Mau kemana nduk?” I “Ter se rah” jawaban default seorang wanita. Dan kalo dikasi opsi jawabanya “udah pernah” “jangan kesana ah” “boleh, tapi kayanya ga seru deh” atau “males ah”

Kamu katanya pengen ke mall yang banyak lampunya ya?” I aku menangguk-angguk kaya vokalis ben metal berdendang.

Itu adanya di AEON Mall BSD” | “BSD?jauh ya?”

Bisa kok! Ini lagi ga macet, kan depan mah pintu tol” | “Serius mau nganter kesana?” | “Ia putri cantikkkk” iuhhhhh aku selalu geleuh dipanggil putri cancik ama bojo wkwk. Berasa anak kecil lagi taksir-taksiran. Berasa dilan ama milea hahaha (maunnyaa). Sampe protes ga mau dipanggil begituan. Tapi ko abis nikah jadi kangen dipanggil alay ya? Eaaaa

Sekitar satu setengah jam lebih kita sampai sana. Perjalanannya ga bisa dibilang lancar banget karena didaerah tol jaksel macet parah. Belum lagi bojo yang pengen buang air kecil dan ga ada rest area dalam kota.Pffff

Aku membawa boneka karena anaknya harus “MELUKABLE” banget dalam kondisi apapun wkwkwk. Apalagi dimobil yang notabene tutup pintu langsung tepar.

Kita sampai ba’dha maghrib. Dan aku langsung alay karena teriak-teriak liat lampu di depan AEON mall. “Ituuu ituu!! AAA!!! My dream come trueee!!”

Aku mau kesana!” “Kesitu jugaaaa!!” “Ayooo cepet masss cepettt aaaa!!! Aku sukaaa” jaimku ilang. Lupa kalo harus pasang muka 26 Agustus 2016. Norak aseli. Bojo cuma senyum-senyum sambil ngangguk. Kalo sekarang pasti kepala aku udah diuwel-uwel sambil bilang “Nggeh ndukkk ~” uwuwuuwuw lagi-lagi yang belum nikah jangan maksa minta diuwel-uwel sama orang juga yaaaa. Nanti yang acak-aak rambutnya, yang berantakan hatinya hahhaa.

Aku turun. Menarik jas biru donkernya. Jas yang dipake wisuda, prewed sampe resepsi pernikahan itu wkwkwk. “Cepeetttt ~”

Aku keluar terburu-buru. Mencari tau lokasi lampu. Lupa kalo perut udah asam lambung aja cuma makan hokben kampus. Lupa kalo tadi dehidrasi dimobil.

“Foto! Foto!” Aku girang. Meski semua foto ngeblur, gelap, sesak, kucel dan entah dimana. Yang penting aku bahagia.

“Makaciiii, yuk makan” aku menyadari badanku drop, musti diisi makan. Setelah berputar-putar. Makan (duh aku lupa makan dimana) kemudian dilanjutkan dengan nyemil-nyemil manja dan berputar kemana-mana.

“Udah?” | aku bingung, pengen udahan tapi ngantuk.

“Yuk kalo mau masih mau jalan-jalan, tapi mas harus pulangin kamu segera”. Aku kecewa, malam minggu masih panjang, tapi yasudah. Aku mengangguk minta pulang. Selama ngobrol tadi masih saja bojo nanya “kapan aku diperbolehkan kerumah” dan lain sebagainya. Sampai

“Nduk, bentar deh. . “ kau berhenti disebuah stand teddy house. Dan reflek aku sudah memeluk semua bonekanya hahaha. “Ihh lucu ya lucu yaaa” dan sumpah demi Tuhan aku lagi ga kode.

“Kamu suka?” Aku mengangguk.

“Udah pilih yang mana?”

Aku menggeleng. Shock. Aku tau harganya berapa. Bisa hitungan juta cuma satu boneka aja. “Enggak! Aku udah punya”

“Come on” l “Enggak ayo pulang”

“Nduk . . . Plis” aku meliat raut muka serius. “Ini bentuk terima kasih mas karena kamu . . .” | “Mas pikir intan pamrih?”

Hmm drama dimulai. Aku ga suka dikit-dikit balas budi. Dikit-dikit ganti. Ga suka nilai semua dengan materi. Tapi kalo udah nikah semua ga ditolak, malah kadang minta-minta, langsung buka dompet sama buka m-banking hahahah.

“Nduk . . Maafin mas, bukan itu maksudnya” aku menunggu jawaban klarifikasimu

“Mas bahagia udah kenal kamu. Sedikitnya, kamu udah bawa mas kearah yang lebih baik. Mas banyak berubah sama kamu. Nggak nduk, bukan mas mau terimakasih dengan kasih boneka karena ini semua. Mas tau kamu bukan orang yang pamrih . . .” Aku diam, tetep minta balik ke mobil.

“Setidaknya boneka ini bisa nemenin kamu. Ntah dengan siapa nanti kamu menikah” aku menatapmu lama

“Mas ga tau nduk, siapa yang bakal beruntung bahagiain kamu kelak. Mas pun ga berharap banyak jadi pendamping kamu. Siapalah mas ini, yakan?” aku terdiam

“Izinkan mas buat kamu bahagia. Minimal selama kita kenal aja. Itu udah cukup.”

“Mas pengen, hal-hal baik yang bakal kamu inget selama kenal mas”

Mataku panas dan ingin menangis. Aahhhh aku ga sukaaa obrolan gini.

Nduk, kelak, mungkin bukan mas yang bakal dampingi kamu. Mungkin bukan mas yang jagain kamu. Mas pengen boneka ini bisa jadi temen kamu. Ya anggap aja untuk mewakili mas”

Agak lebai tapi aku sedih beneran. Berharap kaya cerita ketua kelas milea yang nembak pake boneka tapi ini jatuhnya sedih.

“Mas ini mahal intan ga mau” l “Nduk, ayolahhh ~ harga ini ga seberapa dibandingkan berharganya mas kenal kamu”

Aku melting. Kalo sekarang bojo ngomong begini, udah aku peluk sambil cubit-cubit kali wkwkwk. Abis itu minta sangu biar ga sedih HAHAHA #matre!!

Aku mengangguk. Kupilih boneka coklat tua gembul. “Ini aja? Bajunya yang mana?” Aku menggeleng. Udahlah ini mahal, aku ga mau. Bojo membayar disitu juga. Aku tersenyum. Senyum sedih.

Kami bergegas pulang, sepanjang perjalanan sibuk mencari nama. “Eon aja” “kok eon? Artinya apa?””Kan dibelinya di AEON wkwkwk” kau mengangguk. Wwkwkwk receh banget namanya.

Aku tertidur sepanjang jalan. Sesampainya diapartemen, kau mengantarku sampai depan pintu.

“Maaf ya kemalaman, besok pagi aja mas kasih kabar ke mama” aku mengangguk. Membawa dua buah boneka.

“Kamu jaga baik-baik putri cantikku ya? Bilangin, ga boleh curhat sedih, yang happy-happy aja” aku menatapmu penuh ahh sudahlahhh. Boleh ga ceritanya langsung di cut sampe kita nikah? Ku ga kuwaddd hahahaha.

“Asalamualaikum cantik”

“Walaikumusalam”

Aku menutup pintu. Ntah mimpi apa semalaman tapi aku bahagia. Memeluk boneka baru.

1 tahun 2 bulan 6 hari kemudian kau menggantinya dengan keberadaanmu untuk membersamaiku dalam akad dihadapan ayahku.  Aku sudah tak butuh boneka lagi menjadi teman tidur HAHAHA. Terima kasih ya~ ah aku tak tau harus bersyukur apalagi kepada Tuhan telah diberimu. Semoga Jannah-Nya menjadi sebaik-baiknya tempat bersama.

Leave a Reply