(JAK)A(R)TASAN PLEASE BE NICE

Kadang kalo udah dibela-belain berangkat lebih cepet, udah sampe ga makan segala cuma biar datangnya ga mepet, tapi malah berimbas sebaliknya? Ingin ku jedotkan kepala saja ke gorong-gorong pembangunan LRT!

Setiap senin dan kamis, bojo puasa. Normalnya, karena aku ga masak, jadilah berangkat lebih pagi dari biasanya. Kepangkas beberapa menit itu udah hamdalah banget buat orang yang ritme hidupnya di Jekarda.

Pagi ini KRL berada di jalur 4 di stasiun cakung, itu artinya? Akan ada kereta besar yang lewat dan lebih diprioritaskan. Biasanya, hanya satu tak lebih dari itu. Tapi ntah mengapa pagi ini ada sekitar 3 kereta lewat dan 2x tertahan di jatinegara dan manggarai. Itu artinya? Hampir setengah jam lebih aku terjebak dalam himpitan manusia tak bergerak.

Sampai manggarai kebetulan jam delapan kurang, karena kondisi gerimis dan mempertimbangkan di tebet juga sama, bisa sakit aku kalo sampe keujanan sepanjang 30menit tebet-gatsu, baiklah aku putuskan untuk lanjut ke gondangdia dan abasen di BI.

Intan Afiah : Cui turun Bi nih ujan soalnya

Nurafifah : Halah, ga ujan jg… 😛

Intan Afiah : Ujan cui manggarai wkwk

Gondang – BI membutuhkan waktu 10 menit sampai ke absen, untuk ke halte busway aku butuh waktu 5 menit sampai tapping. Dan butuh waktu 19 menit untuk menunggu jurusan gatsu. Ya Allah 3:36 aku baru naik busway dan 09:01 masih di halte Tosari ICBC.

Yah begitulah, ibarat perjalanan hidup, apa yang sudah kita persiapkan dengan baikpun tak selalu berjalan dengan lancar, tak selalu berakhir sesuai ekspektasi, tak selalu sesuai dengan apa yang kita inginkan. Sebaik-baiknya persiapanpun bisa begitu? Apalagi kita tak mempersiapkan apapun?

Jangan hidup karena beruntung, tapi beruntunglah karena kita masih hidup.

Dan sebaik-baiknya persiapan akhirat adalah takwa.

Jakarta, 1 Februari 2018

Intan Afiah dalam perjalanan menuju gatsu

(JAK)A(R)TASAN PLEASE BE NICE

Leave a Reply