Dear Adikku Muhammad Zakki Aulia

Mungkin memang benar, Kita hanya bisa berencana, Allah-lah yang menentukan.

Hai boi, apakabar? Rasanya baru pukul 9 tadi kau memintaku untuk memesan tiket keberangkatanmu menuju Jakarta malam ini, dengan babeh dan bima. Disusul mama besok malam, dan pulang minggu petang.

Dear Adikku Muhammad Zakki Aulia, lagi apa kamu sekarang? Sepertinya baru tadi saja aku memesan semuanya, ah semua bisa berbalik arah seketika. Kita hanya bisa berencana, Tuhanlah yang menentukan.

Kau tau? Bahagianya mba Intan dan mas dhika dengan kedatangan kalian semua. Kau tau? Bahkan Bima kami paksa ikut, saking senangnya kami. Kalo bisa semua, semua dibawa hahaha.

Tapi Allah berkata lain ya? Gapapah, besok kamu kesini kalo kita udah ada kendaraanya. Makin mudah nanti kita jalan-jalan. Mau kemana? Stadion GBK? Masjid Ramlie Mustofa? Makan pedes? Apa semua? Ayok kita antar.

Dear Adikku sayang, Muhammad Zakki Aulia. Usiamu hari ini tepat 23 tahun 6 bulan 29 hari. Tak bisa dibilang anak-anak lagi. Hahaha padahal rasanya baru kemarin aku bermain bola denganmu, menempel seluruh artikel milan dan roma didinding kamar, membeli lidi-lidian sembari ngaji di masjid kauman dan bermain toko-tokoan dengan kardus-kardus sabun, pasta gigi, obat nyamuk dan mie instan. Ga nyangka, sekarang bisa ngelola toko sendiri. Hebat kamu.

Ah rasanya waktu cepat berlalu ya? Kini tak bisa dibilang remaja lagi usiamu, mukamu saja sudah seperti om-om anak tiga wkwkwkw. Galaumu saja sudah tingkat dewa. Tapi tenang, kamu masih tetap jadi kebanggaan kita semua.

Dear Adikku Muhammad Zakki Aulia. Maafkan mba Intan ya? Jika selama 8.613 hari, tak pernah sedikitpun menjadi kakak yang sempurna, tak pernah membuatmu bangga, sering menggoreskan luka. Maafkan mba intan ya dek.

Dear Adikku Muhammad Zakki Aulia. Mba Intan tau, banyak ujian dan cobaam hidup yang kamu alami. Jika dibandingkan dengan mbakmu ini, belum seberapa. Kamu yang kuat ya? Allah menguji kamu karena kamu mampu. Karena kamu hebat. Karena kamu kuat. Yang sabar ya dek, kamu pasti bisa melalui masa-masa sulit ini. Jangan pernah menanggung semuanya sendiri, ada mama, ada babeh, ada mba ulfah, mas budi, bima, mba intan, mas dhika dan tentunya ada Allah Yang Maha Esa.

Dear Adikku Muhammad Zakki Aulia. Kita semua sayang sama kamu. Tolong bertahan untuk kita semua. Jangan menyerah Ya? Kamu kudu setrong. Jangan mau kalah sama keadaan. Kita rindu candamu, tawamu, leluconmu dan juga nyinyiranmu pastinya wkwkw.

Kamu inspirasi mba Intan. Penyemangat dalam ibadah, penyemangat dalam mencari nafkah. Kalo mba Intan pake kerudung kependekan, selain ingat mas Dhika, orang kedua yang mba Intan ingat itu kamu hehehe. Jadi sedikit banyak mba Intan berterimakasih atas semuaa kebaikan kamu selama ini.

Mba Intan, Mas Dhika support kamu dari jauh. Insyaallah minggu depan kita pulang. Pastikan kamu udah ceria kaya sedia kala ya? Kita jalan-jalan. Ikut pulang juga gapapa heheh.

See you with love

Intan & Dhika

Leave a Reply