Barakallah Fii Umrik Jo

Asalamualaikum

Dear bojo, tepat hari ini umurmu menginjak usia 27. Beda 28 hari denganku besok meski orang melihatnya jauh bertahun-tahun hahhaha.

Jujur perayaan ulang tahunmu tadi pagi, menjadi pengalaman yang paling menggelitik untukku. Bagaimana tidak? betapa roti ulang tahunmu tanpa adanya lilin seperti orang-orang. Bukan kue tart caramel atau red velvet ratusan ribu di toko “Panen” sebelah yang lezatnya melebihi cokolatos rasanya pasti jos. Hanya satu beng-beng max yang semalam nyaris kau makan. Dan aku mengamuk dengan alasan “JANGAN ITU PUNYA INTAN!” hahaha.

3 buah garpu kue tart + segitiga kecil origami warna warni sebagai bendera bertulishan “H” “B” “D”, yang bahkan semalam kau tau aku mengguntingnya didepan tv. Pasmina yang kugunakan untuk menutup matamu, dan kau bilang “Ga usah ditutup nduk, mas masih merem ko” wkwkwk. Serta kado dengan pembungkus super buruk dengan tambalan bertuliskan “Open Here” untuk menutupi bekas sobekan kertas yang selalu dengan cerobohnya ku robek wkwkw. Memang kau kan yang handal melakukan itu. Belum lagi tentang video konyol yang tak mungkin ku upload, wkwkwk lengkap sudah kefatalan perayaan hari ini. Ah tapi sefatal-fatalnya aku tak seaneh surprise darimu tahun lalu wkwkkwk.

Tentang kado Tools set yang entah berapa kali kau buka-buka dan pasang lagi dari pagi. Dan tentang sepengetahuanmu yang tiba-tiba menemukan bon Ace Hard*re didalam dompetku. Ntah kau memang benar-benar tak sadar atau hanya ingin membuatku tak kecewa tapi terima kasih atas appreciate kadonya hari ini. Aku merasa dihargai.

Sudah 1 tahun 9 bulan sejak pertemuan pertama kita dulu di menara merdeka. Tak menyangka, akhirnya kaulah yang sampai nanti membersamai. Baru 155 hari usia pernikahan kita, baru 1x perayaan ulang tahun yang kita rayakan bersama, semoga hingga menua, surgalah yang mempertemukan kita senantiasa dalam berkatnya.

Dear bojo, terima kasih ya? atas pengertiannya selama ini. Kebaikanmu selama ini. Tentang begitu relanya kau mencuci piring saatku mual, memijat punggungku yang sering kelelahan, atau sekedar pulang lebih awal dan menyempatkan berbuka puasa denganku meski dikantor sudah disajikan. Kau selalu membuatku merasa ada. Terima Kasih ya?

Maafkan tentang kekhilafan selama 5 bulan yang kadang membuatmu harus lebih berlapang dada. Memendam kesal atas tingkah dan kataku yang keterlaluan atau menghempaskan nafas lebih lama karena sikapku yang seenaknya.

Jo, tantangan kedepan kata orang bilang tidak hanya financial, tidak melulu protes pulang terlalu malam, tapi mungkin pola asuh anak yang berbeda, cara pikir yang tak sama, atau bahkan yang paling pahit berhubungan dengan kesetiaan kita berdua. Tapi bismillah, semoga Allah tetap menjaga kita agar tetap di koridor dan jalan yang sama. Untuk mengharap ridho-Nya.

Dear bojo, pasti kau sering melihatku diam-diam memandangmu cukup lama. Bukan, aku sedang tak menghitung berapa banyak tahi lalatmu seperti alasan yang sudah-sudah wkwk. Bukan pula menghitung guratan keriput yang terus bertambah dipelipis matamu seperti ejekanku tiap kau tanya wkwkw.

Kau tau kenapa? aku selalu berfikir bagaimana jika salah satu dari kita pergi lebih dulu? apa yang akan dikenang? berapa kesalahan yang dibuat? apa saja tindakan yang mendapatkan pahala yang sudah ditimbun? atau berapa banyak dosa yang diam-diam menggunung pada masing-masing kita? bisakah kita saling menolong? ataukah justru salah satu dari kita yang menyeret ke jurang kenistaan? Naudzubbulah.

Dear bojo, tetaplah terus membersamaiku dalam kebaikan. Dalam perjuangan mendidik anak dan membesarkannya hingga mengantarkan kita dengan jubah dan mahkota kebanggan diakherat kelak. Terkesan muluk-muluk memang, apalagi dengan rasa malas dan kantuk yang sampai detik inipun masih sulit kita sampingkan.

Satu pesanku untukmu. Tetaplah berjuang dengan cara halal menafkahi kami. Apapun yang terjadi nanti, tetaplah menanggapinya dengan setenang ini. Semoga doa kita untuk memiliki anak dan menjadi penyejuk mata serta hati Allah berkati.

Barakallah fii umrik jo. Tidak seharu biru kemarin tulisannya. Tapi aku ingin kau selalu tau bahwa betapa berterima kasihnya aku kepada-Nya untuk menjadikanku pendampingmu hingga menua.

Untuk Andhika Cipta Maheswara

Dari istrimu yang pengen mirrorless

Intan Afiah

2 Replies to “Barakallah Fii Umrik Jo”

  1. Wah selamat ka dhika semoga samawa terus

Leave a Reply